Life is ….

July 26th, 2010

Lagi..

Posted by dagustina in saya

Untuk kesekian kali

diantara himpitan beban, kesusahan dan kelelahan

terjadi lagi.

Ya Allah, bismillah……. kuatkan aku….

diluar sana terlalu beronak,

dan aku sendiri.

mohon penjagaanmu….

kau tau segala yang kusembunyikan

kau tau segala yang kujaga

kau tau segala yang kubutuhkan

kau satu tempat kumeminta

January 14th, 2009

Setelah lebih dari 2,5 tahun

Posted by dagustina in saya

Marahkah? Mungkin…

Saya juga sepertinya marah. Kenapa? Itulah…. saya juga tidak (mau) tau. 

Mengingat selalu membuat saya sedih. Kadang saya berandai-andai. Kadang mempertanyakan.  

Sering sekali, saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam. 

Tapi saya sungguh bersyukur, belum pernah menyesali saya yang sekarang.  Saya bahagia. Hidup saya sekarang, alhamdulillah lengkap.

Dan setelah 2,5 tahun berlalu, semoga telah sampai juga kepastian atasnya. Saya berdoa untuk kita semua. Semoga segera sampai pada saya , kabar kebahagiaannya.

Amin.

 

*Untuk seorang sahabat yang jauh*

January 8th, 2009

To really love a woman

Posted by dagustina in saya

To really love a woman
To understand her - you gotta know it deep inside
Hear every thought - see every dream
N’ give her wings - when she wants to fly
Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
You know you really love a woman

When you love a woman you tell her
that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
she needs somebody to tell her
that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
- really really ever loved a woman?

To really love a woman
Let her hold you -
til ya know how she needs to be touched
You’ve gotta breathe her - really taste her
Til you can feel her in your blood
N’ when you can see your unborn children in her eyes
You know you really love a woman

When you love a woman
you tell her that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
she needs somebody to tell her
that you’ll always be together
So tell me have you ever really -
really really ever loved a woman?

You got to give her some faith - hold her tight
A little tenderness - gotta treat her right
She will be there for you, takin’ good care of you
Ya really gotta love your woman…

Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
You know you really love a woman
When you love a woman you tell her
that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
she needs somebody to tell her
that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
- really really ever loved a woman?

Just tell me have you ever really,
really, really, ever loved a woman? You got to tell me
Just tell me have you ever really,
really, really, ever loved a woman?

December 29th, 2008

Reader

Posted by dagustina in saya

Sejak lama, saya sering merasa ‘tau’  apa yang sedang dirasakan seseorang dengan memperhatikan raut wajah dan gestures-nya. Bukan sesuatu yang istimewa , karena mungkin saja orang lain yang menyempatkan diri untuk mengamati dengan cukup intens kemungkinan bisa merasakan juga.

Seringkali saya menemukan si a sedang naksir si b, si c sedang sebal dengan si d, si e lagi berahasia dengan si f, dst dst… Beberapa menyadari saya ‘paham’, banyak juga yang tidak sadar. Yang paham, biasanya agak menjaga jarak, mungkin sebal karena saya kesannya mau tau saja urusan orang hihi, atau alasan lain yang saya tidak mau menebak-nebak…. Sebagian besar ’pengetahuan’ yang saya dapatkan secara sengaja ato tidak sengaja, saya anggap angin lalu saja. Tapi sebagian lainnya saya manfaatkan …

Misalnya, saat teman saya curhat bahwa dia sedang naksir seseorang. Saya lalu jadi memperhatikan orang yang dia taksir, gimana cara interaksinya dengan teman saya itu. Kalo saya lihat gayung bersambut, biasanya teman saya saya dorong untuk melanjutkan. Jika tidak, saya sarankan untuk mencoba melupakan, daripada nggak enak di belakang dan belum terlanjur terlalu dalam.

Seperti juga dokter yang bisa mengobati orang lain tapi tidak bisa mengobati diri sendiri saat sakitnya serius, demikian juga saya. Jika saya yang punya kepentingan, saya tetap tidak bisa ‘membaca’  orang-orang yang terkait kepentingan saya.  Jadi, jika saya naksir seseorang, saya juga hanya bisa menebak-nebak dan berharap hehhe….

Namun demikian, tampaknya seperti kemampuan lainnya juga, jika tidak diasah maka akan melemah. Saya merasakan, saat ini sudah tidak separah sebelumnya. Mungkin karena terlalu banyak hal lain yang perlu saya pikirkan, menyebabkan kepekaan saya berkurang.

Yah, paling nggak, saya mungkin gak akan dikenal sebagai ‘reader’ lagi oleh yang ngeh :)

November 16th, 2008

Resolusi

Posted by dagustina in saya

Waktu ternyata cepat sekali berlalunya ya… Rasanya belum lama berlalu sejak saya memposting di blog ini. Tapi betapa kagetnya saya saat mengecek tanggal posting terakhir saya, ternyata bulan Juli 2008. Dan ini sudah bulan November 2008. Wew!

Jadi berpikir, apa saja sih yang sudah saya lakukan selama berbulan-bulan ini ya? Sepertinya tidak banyak, rutinitas sehari-hari saja: interaksi dengan keluarga, kerja, sedikit (belajar) berbisnis.

Hmm… rasanya manajemen waktu saya perlu saya perbaiki, minimal supaya segala yang sudah dilalui lebih punya arti. Saya harus mulai menata segalanya dengan lebih baik. 

Mungkin, bisa saya mulai dari perbaikan pencatatan pencapaian pribadi, manajemen keuangan diri dan keluarga, manajemen bisnis yang baru hendak saya seriusi, dan terutama manajemen becoming a better wife to my husband, a better mother of my cute daughter.

Biasanya, saya menunggu awal bulan, atau awal tahun, atau momen awal-awal lainnya untuk membuat resolusi. Kali ini, sepertinya saya tidak mau menunggu momen awal lagi. Saya perlu memulai.

Berubah.

Sekarang.

July 27th, 2008

Berita Duka

Posted by dagustina in saya

Innalillahi wa innailaihi roji’un.

Seminggu ini, saya kehilangan dua orang yang sangat berarti buat saya.

Pertama, kakek saya tercinta. Mbah Romli, begitu biasanya saya menyebut Beliau. Memang Beliau sudah sepuh, usianya 80 tahun.

Sedih sekali sewaktu saya mendapat kabar meninggalnya Beliau, secara Beliau satu-satunya Mbah saya yang masih ada. Dan saya pernah jadi salah satu cucu yang paling disayang olehnya karena saya anak dari ibu saya almarhumah yang jadi kesayangan keluarganya. Dan mungkin juga karena saya lahir di rumah kakek saya ini, yang membuat kenangan dan hubungan saya dengan kakek saya ini  jadi ‘lebih’.

Disamping itu, saya juga diberi nama oleh kakek saya dengan nama yang merupakan versi wanita dari nama Beliau, meskipun begitu saya tiba di Palembang langsung nama tersebut diganti oleh Bapak saya.  :-?

Alhamdullillah, saya sempat memberikan pernghormatan terakhir dan mengantarkan ke pemakamannya.

Kedua, sahabat keluarga kami yang sudah seperti keluarga sendiri buat kami. Beliau ini sangat bersahaja, seorang yang sangat mulia di mata saya, meskipun secara ekonomi mungkin banyak yang memandangnya sebelah mata.

Beliau  -saya belum sempat tau nama sebenarnya sampai akhir hayatnya- biasa kami panggil Buya. Orang yang banyak sekali jasanya pada keluarga kami, lepas dari bagaimana kebenarannya, yang jelas saya, kami sekeluarga sangat sering ditolong oleh Beliau. Saya lebih senang menyebut Beliau guru spiritual kami, karena kebanyakan urusan yang terkait dengan Beliau ini memang yang tidak kasat mata hehehehe…..

Buat saya, Buya sangat punya arti khusus dan sangat punya tempat khusus di hati karena banyaknya jasa Beliau terhadap saya. Mulai dari pertolongan saat saya akan masuk kerja, lalu saat pernikahan saya, saat melahirkan, dan saat Bapak saya sakit. Nyaris setiap moment-moment terpenting saya selalu ada Buya yang memberikan dukungan.

Oleh karenanya, wajar kiranya jika saya menangisi keduanya sama sesengukannya.

Tentunya diiringi do’a, semoga kedua orang yang kami cintai ini mendapat kemudahan, dilapangkan jalannya, dilapangkan dan diterangi kuburnya, diterima semua amalan baiknya, diampuni dosa-dosanya, diterima arwahnya disisi Allah SWT dalam kebahagiaan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kemampuan dalam menjalani hari-hari selanjutnya…

Ya Allah, kabulkanlah do’a-do’a kami yang mencintai Beliau-Beliau ini…. Aamiiin….

@};-

July 16th, 2008

Harus bagaimana lagi?

Posted by dagustina in saya

Tentang  I T U , kamu sangat tau saya tidak suka. 

Saya pun tau kamu tidak suka saya memperlihatkan ketidaksukaan itu. 

Well, just be as fair as I ask, please!

Karena, saya berhak atas this fairness

July 15th, 2008

Hobi

Posted by dagustina in saya

Hobi kamu apa?

Pertanyaan ini tidak pernah bisa saya jawab dengan mudah, karena kenyataannya saya memang belum menemukan hal yang benar-benar bisa membuat saya tertarik dan rela melakukan hal-hal yang kadang diluar kewarasan (peace ah….) demi yang disebut hobi ini.

Dulu, saya selalu menggunakan ‘membaca’ sebagai jawaban yang saya skenariokan untuk pertanyaan ini. Karena hobi yang satu itu memang paling gampang dikonotasikan positif. Kedengaran intelek. Padahal coba deh kalo tau kelanjutannya (… komik… ). :begitu:

Jujur saja, untuk ‘hobi’  yang satu ini paling sering saya gunakan pada saat diwawancara, dengan mempersiapkan hapalan beberapa referensi judul dan pengarang serta summarynya tentu, untuk berjaga-jaga seandainya si pewawancara iseng mblusuk-mblusuk nanyanya…

Sekarang, saat saya tidak pernah lagi diwawancara, ternyata pertanyaan seperti itu masih muncul kadang-kadang dari orang-orang yang tidak terduga. Dan jawaban saya sekarang cenderung ke arah ngeles. Tidur dan Makan adalah jawaban ngeles yang jadi favorit saya. Karena dua hal itu yang selalu saya bela-belain tiap hari, jangan sampai tidak  :huray:

Tapi tentu saja, yang dimaksud hobi mestinya bukan kedua hal itu bukan? Oleh karenanya saya mencoba untuk mencari tahu apa sih hobi saya sebenarnya. Siapa tau dari hobi itu bisa saya kembangkan untuk mencari uang hahhaa…..

Tersangka pertama yang saya proses adalah ketertarikan saya yang besar terhadap scripting, coding, programming dan familynya. Tapi setelah diliat-liat… tampaknya tidak juga. Karena saya cuma tertarik saat senggang. Memang, sangat puas rasanya kalo bisa menaklukkan suatu problem di bidang ini, tapi sungguh big no to that activity saat tubuh capek dan pikiran butek.

Tersangka selanjutnya, membaca.  Hihi… masuk list juga yang satu ini. Habisnya kalo ada bacaan ngegeletak di sekitar kok rasanya gak puas kalo belum meliriknya. Apalagi di rumah juga kami punya banyak sekali buku, mulai dari novel, chicklit, majalah, komik, tabloid, koran, buklet,  pokoknya banyak deh. Isinya juga macem-macem, dari yang buat konsumsi anak-anak, remaja, dewasa bahkan tua hahhaha….. sempat terpikir mau buka perpustakaan segala saking banyaknya.  Tapi kalo dikatakan addicted to reading  rasanya kok ya belum juga sih, makanya dengan berat hati di drop lah opsi yang satu ini.

Apalagi yang bisa dijadikan tersangka? Diulik-ulik, ternyata kayaknya nih….

:aha:

kandidat terbaiknya justru sudah tersebut di bahasan ini. 

…. Siapa tau dari hobi itu bisa saya kembangkan untuk mencari uang hahhaa…..

Ya… sepertinya itu dia jawabannya. Saya sangat menyukai kegiatan yang berpotensi making money. Saya bela-belain cari waktu diantara tidur malam saya yang sudah sedikit itu untuk browsing peluang usaha apa yang bisa saya tekuni diantara padatnya kegiatan saya sebagai pegawai, istri dan ibu yang nyaris membuat saya tidak punya banyak waktu luang.

Agak nyeleneh juga ya, tapi begitulah. Sungguh, ada kepuasan tersendiri kalo saya berhasil making money diluar pendapatan saya dari kantor dan suami . :hahaha:

Artinya bukan karena merasa kurang akan apa yang sudah saya terima, tapi 100% demi kepuasan batin.

Dengan begini, sementara ini pencarian saya akan apa yang menjadi hobi saya sudah cukup karena saya sudah menemukan apa yang saya sukai, aktivitas yang membuat saya rela melakukan hal-hal yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain (tentunya sangat merangsang kreatifitas), rela invest uang, waktu dan any resources yang saya punya untuk mencapai tujuan, serta sangat terpuaskan saat mencapai tujuan yang saya upayakan.

Masalahnya sekarang, PD kah saya untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan :

Hobi saya making money.

berhubung hobi tersebut tampak mengandung sarkasme yang tegas, dengan konotasi negatif yang timbul dari goalnya.

Jadi?

:cool:

 

 

 

 

 

 

July 13th, 2008

Jangan lupa tertawa

Posted by dagustina in kantor

Sibuk… hari-hari saya di kantor selalu sibuk,a palagi setelah pindah ke Jakarta. Lain waktu saya cerita kenapanya ya. Tapi tentu saja semua kesibukan tersebut tetap harus dijalani, terutama (saat ini) demi harga diri atas gaji yang setiap bulan saya terima dengan sukacita. 

Saya agak terkejut saat menemukan bahwa tanpa saya sadari, saya telah belajar bagaimana menjalani hari-hari seperti itu tanpa membuat diri saya terlalu terbebani. Hasilnya, orang-orang selalu melihat saya sebagai pribadi yang santai…. meskipun dikejar tenggat dan dihujani tekanan oleh user, masih selalu bisa nyengir-nyengir.

Dulu kalo ada yang mempertanyakan kok bisa saya bersikap begitu, saya selalu menjawab :

        “gak tau mau gimana lagi, jadi nyengir ajalah….. ”

Tapi sekarang, jawaban saya rada ilmiah :

       “hidup itu harus balance,  kalo di satu sisi kita sibuk dan capek, harus ada penyeimbangnya… ya ketawa-ketawa salah satunya…..”

meskipun tetap maksudnya ngeles… :nonono:

Gimanapun, saya bersyukur, ternyata hasil yang saya dapat dengan pengerjaan pekerjaan sambil nyengir-nyengir itu ternyata lebih baik dari pada saat saya terlalu menseriusi segalanya, sampai lupa untuk meng-entertaint diri sendiri meskipun hanya dalam bentuk tertawa.

Jadi, boleh dong, saya nyengir-nyengir sambil kerja…eh kerja sambil nyengir-nyengir.

July 10th, 2008

blogging… lagi?

Posted by dagustina in saya

:kiss: Setelah mencoba  ikut-ikutan trend blogging di beberapa site, di blogspot sampe di WP, yang akhirnya berubah fungsi jadi parkiran wishlist dan situs jualan, akhirnya saya memutuskan untuk menseriusi blogging dilluar kedua hal tersebut. Karena ternyata…. sampah dan benang kusut di kepala saya makin hari makin menumpuk dan membebani memory di kepala saya yang ntah makin membesar ato tidak karena menampung semuanya tanpa penyaluran 

:pusing:

Oleh karenanya, taraaa….. hari ini dilaunchinglah blog yang mudah-mudahan bisa saya manfaatkan sesuai tujuan awalnya. Supaya hidup saya balance lagi. Supaya bisa mikir cerah lagi. Supaya bisa ‘hidup’ lagi.

 

  • Monthly

  • Blogroll

  • MyBizz

  • Meta

    • Subscribe to RSS feed
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe to Atom feed
    • Powered by WordPress; state-of-the-art semantic personal publishing platform.
    • Firefox - Rediscover the web